Jumat, 24 Mei 2013

KAJIAN KE 2


Bangkitlah kawan!!!!!!
Di masa sekarang ini mahasiswa banyak yang mengira bahwa kuliah di setiap hari sudah dirasa cukup untuk mendapat ilmu. Bukan hanya ilmu yang didapat mereka merasakan kelelahan dan kewalahan dengan berbagai tugas yang beruntun di setiap mata kuliah, yang tentunya tidak asing bagi kita semua yaitu pembuatan makalah. Sebenarnya tujuan yang ada dalam pembuatan makalah sangat baik selain memberikan bimbingan mahasiswa untuk membaca buku yang di sarankan dosen karena kualitas buku yang telah diteliti sang dosen bertahun-tahun dan menjadi rujukan disetiap pengajaran tentu bisa di kira bagaimana isinya memang telah dikaji dosen tersebut dengan keahliannya.
Seperti halnya bagi mahasiswa yang pertama kali merasakan tugas itu dengan semangat tinggi mereka beraksi dengan sungguh-sungguh di awal semester. Berbeda cermat dan lebih memintarkan diri dengan cara masa kini mahasiswa yang lebih senior sedikit memaknai dengan copy paste. Tentunya tidak bisa disalahkan jika saja tekhnologi internet yang membantu itu memang benar dibaca dan dipahami guna menunjang keilmuan. Sehingga memperkecil kesalahan di saat keterangan disampaikan dalam perkuliahan tanpa meninggalkan buku primer yang telah ditugaskan oleh dosen dalam membuat tugas.
Pemaknaan dari tugas yang diberikan dosen melakukan langkah untuk membuat makalah dan resum bisa dilihat sebagai rangsangan awal kita untuk memijakkan kaki dalam keilmuan. Dengan maksud bahwa tugasan itu sekedar tips buat kita untuk belajar secara efektif. Setelah kita membaca misal satu buku ditambah literatur dari internet maka setidaknya kita bisa membuat catatan yang bisa kita pahamkan dimana hal-hal penting tercantum dalam cacatan kita tersebut. Semakin kita membaca, memahami serta mengikatnya dengan menulis maka kita bisa penasaran dengan ilmu yang memungkinkan kita terbesit sedikit disaat membahas satu ilmu kajian inti tadi.
Penasaran?
Di saat Jepang di bom atom sewaktu perang dunia kedua tanpa embel-embel dongeng mereka tidak pantang menyerah. Sang kaisar yang pada saat itu memimpin mengerahkan untuk mengumpulkan guru yang mana seketika itu juga pendidikan di Jepang diprioritaskan guna memulihkan dan membangun keadaan hingga sejahtera. Hal tersebut bukan hanya kita cermati sebagai cerita saja, akan tetapi memang benar dengan ilmu bisa maju. Tentunya di saat sekarang ini selain Jepang yang telah membuktikan Cina juga mengikuti jejak untuk menjadi pioner Asia dalam setiap persaingan di dunia. Bisa di lihat bagaimana irinya amerika serikat melihat kemajuan pesat Cina saat ini. Dan kita semua ketahui ditahun terakhir ini Cina yang memiliki permasalahan dalam negeri yaitu Taipe yang ingin keluar dari Cina membentuk negara sendiri. Permasalahan ini sangat menguntungkan negara paman sam yang memang ingin melemahkan Cina dalam kemajuan segala bidang. Maka terlihatlah saat ini Amerika membantu dalam upaya pembebasan taipe dari Cina dengan dasar hak asasi. Sangat  ironis negara sebesar Amerika memikirkan kebebasan dengan memasok sentaja ke Taipe dengan alasan perjuangan pembebasan. Sangat kebabalasan jika di era komunikasi ini masih menggunakan senjata dan kekerasan dalam menyampaikan maksud. Terlebih sebagai Negara adidaya ironis mendukung peperangan dengan memasok senjata, tidak hanya itu jika kita cermati amerika menawan pergerakan ekonomi Cina dengan memaksa menurunkan mata uang yang bisa memperkeruh transaksi dalam ataupun luar negeri Cina.
Apakah kita sebagai penerus bangsa harus mengikuti para negara maju seperti Jepang dan Cina? Tidak juga,kita hanya bisa memeras ilmu yang memang mereka punya manfaat yang tentunya bisa diterima di ajaran Islam yang kita anut. Terlalu susah untuk mengikuti mereka, selain harus 2x mengeluarkan tenaga juga belum pasti kita bisa terbebas dari ancaman lain. Maksud 2x mengeluarkan tenaga yaitu apa kita harus menunggu agar di Bom Atom seperti halnya Jepang yang menderita setelah itu bangkit dengan semangat bushido maju terus? Sudah menunggu kita juga harus bangkit guna meniru dan menginovasi seperti Cina lakukan hingga hampir menyerupai asli dari produk negara yang di tiru? Beratkan?
Maka apa yang bisa kita lakukkan?
Mengcopi paste ilmu yang ada?
Difikirkan yah,... selama ada usaha maka akan ada jalan
“Man jadda wa jadda.”
Kukuhkan niat untuk keridhaan ALLAH SWT
Tidak hanya sekedar memakalahakan dan resum, jadikan waktu berharga untuk mengkaji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar