Bangkitlah
kawan!!!!!!
Di masa sekarang ini
mahasiswa banyak yang mengira bahwa kuliah di setiap hari sudah dirasa cukup
untuk mendapat ilmu. Bukan hanya ilmu yang didapat mereka merasakan kelelahan
dan kewalahan dengan berbagai tugas yang beruntun di setiap mata kuliah, yang
tentunya tidak asing bagi kita semua yaitu pembuatan makalah. Sebenarnya tujuan
yang ada dalam pembuatan makalah sangat baik selain memberikan bimbingan
mahasiswa untuk membaca buku yang di sarankan dosen karena kualitas buku yang
telah diteliti sang dosen bertahun-tahun dan menjadi rujukan disetiap
pengajaran tentu bisa di kira bagaimana isinya memang telah dikaji dosen
tersebut dengan keahliannya.
Seperti halnya bagi
mahasiswa yang pertama kali merasakan tugas itu dengan semangat tinggi mereka
beraksi dengan sungguh-sungguh di awal semester. Berbeda cermat dan lebih
memintarkan diri dengan cara masa kini mahasiswa yang lebih senior sedikit
memaknai dengan copy paste. Tentunya tidak bisa disalahkan jika saja tekhnologi
internet yang membantu itu memang benar dibaca dan dipahami guna menunjang
keilmuan. Sehingga memperkecil kesalahan di saat keterangan disampaikan dalam
perkuliahan tanpa meninggalkan buku primer yang telah ditugaskan oleh dosen
dalam membuat tugas.
Pemaknaan dari
tugas yang diberikan dosen melakukan langkah untuk membuat makalah dan resum
bisa dilihat sebagai rangsangan awal kita untuk memijakkan kaki dalam keilmuan.
Dengan maksud bahwa tugasan itu sekedar tips buat kita untuk belajar secara
efektif. Setelah kita membaca misal satu buku ditambah literatur dari internet
maka setidaknya kita bisa membuat catatan yang bisa kita pahamkan dimana
hal-hal penting tercantum dalam cacatan kita tersebut. Semakin kita membaca,
memahami serta mengikatnya dengan menulis maka kita bisa penasaran dengan ilmu
yang memungkinkan kita terbesit sedikit disaat membahas satu ilmu kajian inti
tadi.
Penasaran?
Di saat Jepang di
bom atom sewaktu perang dunia kedua tanpa embel-embel dongeng mereka tidak
pantang menyerah. Sang kaisar yang pada saat itu memimpin mengerahkan untuk
mengumpulkan guru yang mana seketika itu juga pendidikan di Jepang
diprioritaskan guna memulihkan dan membangun keadaan hingga sejahtera. Hal
tersebut bukan hanya kita cermati sebagai cerita saja, akan tetapi memang benar
dengan ilmu bisa maju. Tentunya di saat sekarang ini selain Jepang yang telah
membuktikan Cina juga mengikuti jejak untuk menjadi pioner Asia dalam setiap
persaingan di dunia. Bisa di lihat bagaimana irinya amerika serikat melihat
kemajuan pesat Cina saat ini. Dan kita semua ketahui ditahun terakhir ini Cina
yang memiliki permasalahan dalam negeri yaitu Taipe yang ingin keluar dari Cina
membentuk negara sendiri. Permasalahan ini sangat menguntungkan negara paman
sam yang memang ingin melemahkan Cina dalam kemajuan segala bidang. Maka
terlihatlah saat ini Amerika membantu dalam upaya pembebasan taipe dari Cina
dengan dasar hak asasi. Sangat ironis
negara sebesar Amerika memikirkan kebebasan dengan memasok sentaja ke Taipe
dengan alasan perjuangan pembebasan. Sangat kebabalasan jika di era komunikasi
ini masih menggunakan senjata dan kekerasan dalam menyampaikan maksud. Terlebih
sebagai Negara adidaya ironis mendukung peperangan dengan memasok senjata,
tidak hanya itu jika kita cermati amerika menawan pergerakan ekonomi Cina
dengan memaksa menurunkan mata uang yang bisa memperkeruh transaksi dalam
ataupun luar negeri Cina.

Apakah kita
sebagai penerus bangsa harus mengikuti para negara maju seperti Jepang dan
Cina? Tidak juga,kita hanya bisa memeras ilmu yang memang mereka punya manfaat
yang tentunya bisa diterima di ajaran Islam yang kita anut. Terlalu susah untuk
mengikuti mereka, selain harus 2x mengeluarkan tenaga juga belum pasti kita
bisa terbebas dari ancaman lain. Maksud 2x mengeluarkan tenaga yaitu apa kita
harus menunggu agar di Bom Atom seperti halnya Jepang yang menderita setelah
itu bangkit dengan semangat bushido maju terus? Sudah menunggu kita juga harus
bangkit guna meniru dan menginovasi seperti Cina lakukan hingga hampir menyerupai
asli dari produk negara yang di tiru? Beratkan?
Maka apa yang bisa
kita lakukkan?
Mengcopi paste ilmu
yang ada?
Difikirkan yah,...
selama ada usaha maka akan ada jalan
“Man jadda wa
jadda.”
Kukuhkan niat untuk
keridhaan ALLAH SWT
Tidak hanya sekedar
memakalahakan dan resum, jadikan waktu berharga untuk mengkaji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar