Jumat, 24 Mei 2013

KAJIAN KE 1


KELOMPOK 35
DPL : Bapak H. Lukman Harahap, M.Pd
DESA KEMIRI KECAMATAN KEBAKKRAMAT KABUPATEN KARANGANYAR

Judul
KKN T IAIN SURAKARTA MEMFASILITATORI AGAMA SEBAGAI PERUBAHAN SOSIAL
Abstrak
Di semester kedelapan sebagai mahasiswa wajib mengikuti adanya kuliah kerja nyata yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat. Kuliah kerja nyata transformatif IAIN Surakarta merupakan kegiatan untuk mengabdi kepada masyarakat. Pengabdian yang dilakukan antara lain mengenal masyarakat (meneliti),dan memfasilitatori untuk menyelesaikan masalah yang muncul dimasyarakat. Kegiatan diadakan pada tanggal 2 April-2Mei 2013 bertempat di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.
Dalam kegiatan Kuliah kerja nyata transformatif IAIN Surakarta yang bisa disingkat KKN T IAIN Surakarta di awali dengan pembekalan dari dosen-dosen kepada mahasiswa dalam mempersiapkan untuk terjun kelapangan. Tema dari KKN T IAIN Surakarta 2013 adalah agama dan perubahan sosial. Sesuai dengan pembagiannya per kelompok di tiga kecamatan se-Kabupaten Karanganyar, diantaranya kecamatan Gondangrejo, kecamatan Kebakkramat, dan kecamatan Tasik madu. Mahasiswa yang melakukan KKN T IAIN Surakarta terdiri dari beberapa fakultas antara lain: fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan, fakultas ekonomi dan syariah, fakultas dakwah dan ushuludin.
Kegiatan KKN T IAIN Surakarta menggunakan teknik Participatory Action Research (PAR) dan Partcipatory Rural Apprasial (PRA). Asas-asas yang digunakan di antaranya : Mengutamakan yang Terabaikan (Keperpihakan), Pemberdayaan (Penguatan) Masyarakat, Masyarakat sebagai pelaku, orang luar sebagai fasilitator, orang luar ikut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat, Saling Belajar Dan Menghargai Perbedaan, Terbuka, Santai dan Informal.
Masalah yang terdapat di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar kurang maksimalnya pendidikan akhlak dan agama pada anak. Penyebab dari kurang maksimalnya pendidikan akhlak dan agama pada anak disebabkan dari beberapa faktor, yang pertama dari kegiatan tpa yang kurang efektif dan efisien untuk bisa memberikan dampak baik dalam perbaikan akhlak dan agama pada anak. Hal ini terlihat dari keadaan Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang ada di Masjid Al Furqon bahwa dengan jumlah santri-santri 50 anak hanya diampu oleh satu ustadzah yang bernama Ana. Dalam waktu yang sama keadaan dari remaja masjid yang biasanya mempelopori adanya perbaikan di kegiatan masjid terhenti dengan berbagai kendala dari remaja yang sudah bekerja, ada yang bekerja di pabrik karena lokasi desa banyak pabrik, ada juga yang merantau remajanya sehingga terjadi kekurangan jumlah pengajar TPA tidak bisa diatasi oleh takmir masjid dan juga masyarakat. Dari masalah yang ada maka mahasiswa KKN T IAIN Surakarta berinisiatif untuk memebentuk remaja masjid yang terdiri dari remaja yang bekerja di pabrik dan juga remaja yang sedang bersekolah antara SMP-Kuliah, tentunya dengan jangkauan masyarakat untuk bisa selalu mengontrol dari kegiatan.
Penyelesaian masalah dari mahasiswa KKN T IAIN Surakarta dan juga masyarakat membuat acara kegiatan training ustad-ustadzah dalam rangka mensolidkan remaja untuk bisa bersatu dan membentuk organisasi Remaja Islam Masjid Dusun Kopaan (RISMA Dusun Kopaan), lalu diadakan Sarasehan Santai RISMA dengan isi mendiskusikan rencana TPA kedepan, selanjutnya diadakan lomba terpadu yang dilaksanakan antara RISMA bekerjasama mahasiswa KKN T IAIN Surakarta.
Dari serangkaian penjajakan masalah dan strategi penyelesaian maka didapat kesimpulan bahwa kegiatan berjalan dengan lancar dalam upaya memenuhi pengajar TPA dan meningkatkan kualitas remaja di dusun kopaan menuju perubahan sosial mulai dari TPA. Kerjasama antara mahasiswa KKN T IAIN Surakarta, masyarakat desa Kemiri dan Remaja Dusun Kopaan menghasilkan kesepakatan untuk bisa meningkatkan kualitas pengajaran TPA.

A.    Gambaran keadaan masyarakat
Dari data yang kami ambil dari monografi desa tersebut, kiranya diperlukan analisis dan kroscek di lapangan secara langsung. Berikut ini hasil analisa kami terhadap data monografi Desa Kemiri :
1.      Kondisi geografis desa Kemiri adalah daerah dataran rendah. Sebagian besar wilayahnya adalah tanah sawah dan pemukiman, serta sebagian kecil wilayah industri.
2.      Kondisi jalan yang menghubungkan antar dukuh sudah beraspal. Lebar jalan dalam kampung hanya muat 1 mobil, jadi kalau ada mobil yang berlawanan harus bergantian berjalan.
3.      Kondisi rumah penduduk yang terbuat dari batu/ permanen prosentasenya lumayan sangat besar. Jarak antar rumah ke rumah yang lain relatif renggang  dan sebagian dibatasi tanah pekarangan yang ditanami pohon jambu,mangga,bambu,pisang dan pohon-pohon lainnya.
4.      Kekuatan ekonomi desa Kemiri, sebagian besar penduduknya adalah karyawan pabrik dan petani, yaitu petani pemilik tanah, petani penggarap dan buruh tani. Petani yang paling banyak adalah petani penggarap tanah. Selain sebagai petani, biasanya di rumah nyambi membuat batu bata. Warga yang menjadi pegawai, yaitu PNS, ABRI, dan pensiunan relatif kecil.
5.      Lembaga pendidikan formal desa Kemiri diantaranya tingkat TK,SD, SMP dan SMA. Dengan demikian kebutuhan pendidikan formal sudah terpenuhi.
6.      Dilihat dari segi keagamaan, masyarakat Kemiri adalah heterogen. Secara garis besar, prosentase umat Islam ada 90,54% sebagian yang lain 4,8% pemeluk agam Kristen, sebanyak 4,6% memeluk agama Khatolik.
Dari hasil pemetaan, ditemukan beberapa masalah, yaitu :
1.      Banyak pemuda yang merantau keluar daerah yang berakibat tenaga kerja berkurang.
2.      Beberapa pemuda putus sekolah,baik karena pergaulan yang salah dan ada juga yang hamil di luar nikah.
3.      Hamil diluar nikah akibat salah pergaulan dengan remaja dari daerah lain.
4.      Dari beberapa pabrik yang ada menyebabkan polusi udara yang sewaktu-waktu mencemari lingkungan.
Dari hasil pemetaan melihat potensi-potensi yang ada di wilayah tersebut, yaitu:
1.      Semangat etos kerja yang tinggi, terbukti bahwa sudah mempunyai pekerjaan, tetapi tetap mencari pekerjaan sampingan dan berusaha merantau ke daerah lain.
2.      Sikap toleransi antar masyarakat dan antar umat beragama yang relatif tinggi.
3.      Didesa ini sangat berpotensi untuk  pembudidayaan ikan leledan pembuatan batubata.

B.     Analisis masalah dan potensi masyarakat
sesuai topic
Berisi analisis masalah, local wisdom local reseousches
Berdasarkan Matrik Rangking dan Pohon Masalah yang telah kami diskusikan dan di buat bersama, maka telah dihasilkan kesimpulan-kesimpulan penting yang telah menjadi putusan bersama selama melakukan research pada waktu KKNT yang berlangsung mulai tanggal   12 April- 13 April 2013. Akan tetapi kesimpulan dan putusan tersebut tidak bersifat mutlak karena suatu proses sosial akan selalu bergeser yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu yang terjadi dalam masyarakat. Kondisi sosial akan senantiasa mengalami perubahan dan pergeseran yang secara terus menerus seiring perkembangan jaman juga mengalami berbagai perubahan.
Dari beberapa masalah yang telah berhasil kami temukan di Dusun Kopaan diantaranya adalah sepinya kegiatan pemuda islam yang dalam hal ini remaja masjid berdampak buruk bagi TPA di daerah tersebut. TPA mengalami hidup mati karena kurangnya tenaga pengajar yang mau memberikan dorongan kepada anak-anak untuk tetap belajar agama. Kegiatan TPA berjalan hanya saat ada pengajar yang secara social mau membantu sewaktu tinggal di sekitar desa. Dan untuk kelanjutannya, TPA sudah tidak diadakan karena pengajarnya pindah tempat tinggal. Sungguh miris sekali hidup matinya TPA ini tidak akan memberikan bibit bagus untuk kelanjutan penyiaran agama Islam di dusun Kopaan.

C.    Harapan-harapan masyarakat
sesuai topic berisi hasil analisis tujuan dan harapan
Di desa Kemiri terkhusus di dusun Kopa’an ada beberapa masalah yang muncul di tahun terakhir ini mulai dari tahun 2000. Diantaranya putus sekolah yang terpengaruhi dari pergaulan remaja yang mulai bebas bergaul, dampaknya semakin ramai kondisi jalur perekonomian dan social di Desa Kemiri. Dari dampak negative  yang ada keterangan bapak bakir sanjaya mulai dari ramainya pergaulan maka remaja putus sekolah, serta marak dengan alasan pekerjaan yang mudah didapat, ada juga sebab dari hamil diluar nikah karena banyak perkembangan pergaulan tetapi kondisi keagamaan kurang mendukung untuk memegang prinsip agar menjadi individu yang maju dan berkembang.
Keterangan warga masalah lain di sebabkan dari pabrik yang mulai maraknya pembuangan limbah mencemari udara yang terjadi di paid an sore hari sangat mengganggu warga, tetapi warga juga tidak bisa berwenang karena kejelasan dari pabrik berdalih sudah adanya pengolahan limbah.
Warga selalu kompak untuk menyelesaikan suatu masalah yang bisa diselesaikan secara efektif dan efisien mendukung dari kebijakan bapak bayan beserta jajaran pengurus RW dan RT. Melihat dari semangat warga untuk bisa memberikan pelajaran kepada anak-anaknya maka kesempatan untuk mengaktifkan pengelolaan TPA oleh Remaja Islam Masjid menjadi prioritas supaya menjamin adanya pembentukan akhlak pada generasi penerus. Hal ini juga menimbulkan semangat dukungan agar RISMA aktif kembali untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Harapan utama yang ingin dicapai adalah bertambahnya pengajar TPA. Dengan jalan toleransi antar aliran yang ada di tengah masyarakat dusun Kopa’an. Kurang aktifnya remaja dalam kegiatan keagamaan, akan diajak dan diberi pendampingan tentang manajemen waktu kepada remaja yang bekerja dan yang bersekolah. juga remaja diberikannya wawasan terhadap TPA, sehingga menjadikan remaja mau untuk mengajar TPA. Tujuan puncak yang akan ditimbulkan adalah maksimalnya pendidikan moral dan akhlaq  pada anak di karenakan telah terkondisikan dan efektifnya pembelajaran di TPA. Serta bisa memberikan pengaruh positif pada anak-anak supaya dengan akhlak terbentuk akan memfilter pergaulan bebas yang mereka hadapi di masyarakat masa kini.

D.    Dinamika dalam menjawab harapan
Berisi strategi rencana-rencana kegiatan dan program yang dilakukan dalam memberdayakan masyarakat
Kekuatan dari KKN T IAIN Surakarta dalam satu kelompok memerlukan dari masyarakat juga dalam memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Dalam kaitannya kami dari KKN T IAIN Surakarta memberikan fasilitator semua usaha yang dilakukan tetap dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Sehingga nantinya masyarakat tetap melaksanakan kegiatan sebagai upaya meningkatkan perubahan sosial ke arah yang positif meskipun KKN T IAIN Surakarta masa bekerjanya sedah selesai.
Di dalam usaha pemecahan masalah mengenai kurangnya pendidikan akhlak pada anak-anak desa Kemiri dusun Kopaan, maka dibuatnya beberapa agenda acara yang sukses dilaksanakan mahasiswa KKN T IAIN Surakarta bersama masyarakat serta remaja masjid yang dibentuk. Diantara kegiatannya yaitu Membantu kelurahan dalam persiapan lomba desa se-Kabupaten Karanganyar tanggal 2 – 8 April 2013, Training ustadz ustadzah (Training Solid), sarasehan remaja islam masjid Kopaan, dan lomba TPA Terpadu. Diharapkan dan dilaksanakan adanya TPA yang berkualitas dari RISMA Kopaan yang nantinya memberikan kontribusi aktif dalam merubah masyarakat yang mengarahkan kepada masyarakat madani. Serta RISMA Kopaan dalam peranan meningkatkan pendidikan akhlak pada anak-anak Desa Kemiri.
E.     Kesimpulan dan rekomendasi
Dari awal sampai akhir tanggapan masyarakat sudah sangat partisipasif dengan semua kegiatan KKN Transformatif di desa Kemiri begitu juga sebaliknya peserta KKN juga berusaha semaksimal mungkin berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat yang ada. Masyarakat menilai kerja KKN Transformatif IAIN Surakarta didesa mereka sudah  baik dan mereka sangat suka dengan keberadaan kami disini. Beberapa warga menilai acara yang kami laksanakan kurang sukses karena remaja yang ikut hanya sedikit. Hal ini tergambar pada saat kami melaksanakan Transid (Training Solid) untuk remaja calon guru-guru TPA pada tanggal 21 April 2013, dari 45 peserta remaja masjid yang kami undang hanya separuh yang datang. Namun, ada beberapa warga yang menilai acara kami sukses, karena memang ketertarikan remaja pada kegiatan keagamaan itu kurang, karena remaja Dusun Kopa’an lebih tertarik pada kegiatan olahraga. Dan juga pada saat mengadakan pengajian pada tanggal 27 April 2013 acara kami dinilai cukup sukses, karena banyak warga yang hadir sekitar 100an orang dari anak-anak,remaja,bapak-bapak, dan juga ibu-ibu.
Rekomendasi dari KKN T IAIN Surakartakelompok 35 antara lain :
1.      Peningkatan kualitas masyarakat perlu adanya realisasi yang nyata dari peran kampus sebagai lembaga akademis, maka perlu adanya KKN T IAIN Surakarta tetap dilanjutkan.
2.      Dari KKN T IAIN Surakarta dibutuhkan evaluasi-evaluasi yang obyektif supaya panitia dan peserta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat secara maksimal.
3.      Upaya dari mahasiswa peserta KKN T IAIN Surakarta perlu diadakan apresiasi terbaik bagi tiap-tiap mahasiswa sehingga secara individu akan meningkatkan semangat serta mendapatkan perhatian yang sama dari panitia KKN T IAIN Surakarta.
 Dari KKN T IAIN Surakarta memiliki banyak kekurangan maka dari kelompok 35 mengucapkan beribu maaf untuk semua pihak yang telah terlibat dan bagi dukungan serta kerjasamanya kami mengucapkan terimakasih banyak. Demikian kiranya kenangan dan saran dari kami bisa diambil hikmahnya.
note: ngunduh copypaste, permisi dulu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar