KELOMPOK 35
DPL : Bapak H. Lukman Harahap,
M.Pd
DESA KEMIRI KECAMATAN KEBAKKRAMAT KABUPATEN KARANGANYAR
Judul
KKN T IAIN SURAKARTA MEMFASILITATORI AGAMA SEBAGAI
PERUBAHAN SOSIAL
Abstrak
Di semester kedelapan sebagai
mahasiswa wajib mengikuti adanya kuliah kerja nyata yang diselenggarakan oleh
Lembaga Pengabdian Masyarakat. Kuliah kerja nyata transformatif IAIN Surakarta
merupakan kegiatan untuk mengabdi kepada masyarakat. Pengabdian yang dilakukan
antara lain mengenal masyarakat (meneliti),dan memfasilitatori untuk
menyelesaikan masalah yang muncul dimasyarakat. Kegiatan diadakan pada tanggal
2 April-2Mei 2013 bertempat di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten
Karanganyar.
Dalam kegiatan Kuliah kerja
nyata transformatif IAIN Surakarta yang bisa disingkat KKN T IAIN Surakarta di
awali dengan pembekalan dari dosen-dosen kepada mahasiswa dalam mempersiapkan
untuk terjun kelapangan. Tema dari KKN T IAIN Surakarta 2013 adalah agama dan
perubahan sosial. Sesuai dengan pembagiannya per kelompok di tiga kecamatan
se-Kabupaten Karanganyar, diantaranya kecamatan Gondangrejo, kecamatan
Kebakkramat, dan kecamatan Tasik madu. Mahasiswa yang melakukan KKN T IAIN
Surakarta terdiri dari beberapa fakultas antara lain: fakultas ilmu tarbiyah
dan keguruan, fakultas ekonomi dan syariah, fakultas dakwah dan ushuludin.
Kegiatan KKN T IAIN Surakarta
menggunakan teknik Participatory Action Research (PAR) dan Partcipatory Rural
Apprasial (PRA). Asas-asas yang digunakan di antaranya : Mengutamakan yang
Terabaikan (Keperpihakan), Pemberdayaan (Penguatan) Masyarakat, Masyarakat
sebagai pelaku, orang luar sebagai fasilitator, orang luar ikut berpartisipasi
dalam kegiatan masyarakat, Saling Belajar Dan Menghargai Perbedaan, Terbuka,
Santai dan Informal.
Masalah yang terdapat di Desa
Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar kurang maksimalnya
pendidikan akhlak dan agama pada anak. Penyebab dari kurang maksimalnya
pendidikan akhlak dan agama pada anak disebabkan dari beberapa faktor, yang
pertama dari kegiatan tpa yang kurang efektif dan efisien untuk bisa memberikan
dampak baik dalam perbaikan akhlak dan agama pada anak. Hal ini terlihat dari
keadaan Taman Pendidikan Alquran (TPA) yang ada di Masjid Al Furqon bahwa
dengan jumlah santri-santri 50 anak hanya diampu oleh satu ustadzah yang
bernama Ana. Dalam waktu yang sama keadaan dari remaja masjid yang biasanya
mempelopori adanya perbaikan di kegiatan masjid terhenti dengan berbagai
kendala dari remaja yang sudah bekerja, ada yang bekerja di pabrik karena
lokasi desa banyak pabrik, ada juga yang merantau remajanya sehingga terjadi
kekurangan jumlah pengajar TPA tidak bisa diatasi oleh takmir masjid dan juga
masyarakat. Dari masalah yang ada maka mahasiswa KKN T IAIN Surakarta
berinisiatif untuk memebentuk remaja masjid yang terdiri dari remaja yang
bekerja di pabrik dan juga remaja yang sedang bersekolah antara SMP-Kuliah,
tentunya dengan jangkauan masyarakat untuk bisa selalu mengontrol dari kegiatan.
Penyelesaian masalah dari
mahasiswa KKN T IAIN Surakarta dan juga masyarakat membuat acara kegiatan
training ustad-ustadzah dalam rangka mensolidkan remaja untuk bisa bersatu dan
membentuk organisasi Remaja Islam Masjid Dusun Kopaan (RISMA Dusun Kopaan),
lalu diadakan Sarasehan Santai RISMA dengan isi mendiskusikan rencana TPA
kedepan, selanjutnya diadakan lomba terpadu yang dilaksanakan antara RISMA
bekerjasama mahasiswa KKN T IAIN Surakarta.
Dari serangkaian penjajakan
masalah dan strategi penyelesaian maka didapat kesimpulan bahwa kegiatan
berjalan dengan lancar dalam upaya memenuhi pengajar TPA dan meningkatkan
kualitas remaja di dusun kopaan menuju perubahan sosial mulai dari TPA.
Kerjasama antara mahasiswa KKN T IAIN Surakarta, masyarakat desa Kemiri dan
Remaja Dusun Kopaan menghasilkan kesepakatan untuk bisa meningkatkan kualitas
pengajaran TPA.
A.
Gambaran keadaan masyarakat
Dari data yang kami ambil dari monografi desa tersebut, kiranya diperlukan
analisis dan kroscek di lapangan secara langsung. Berikut ini hasil analisa
kami terhadap data monografi Desa Kemiri :
1.
Kondisi
geografis desa Kemiri
adalah daerah dataran rendah. Sebagian besar wilayahnya adalah tanah sawah dan
pemukiman, serta sebagian kecil wilayah industri.
2.
Kondisi
jalan yang menghubungkan antar dukuh sudah beraspal. Lebar jalan dalam kampung
hanya muat 1 mobil, jadi kalau ada mobil yang berlawanan harus bergantian
berjalan.
3.
Kondisi
rumah penduduk yang terbuat dari batu/ permanen prosentasenya lumayan
sangat besar. Jarak
antar rumah ke rumah yang lain relatif renggang dan sebagian dibatasi tanah pekarangan yang
ditanami pohon jambu,mangga,bambu,pisang dan pohon-pohon lainnya.
4.
Kekuatan
ekonomi desa Kemiri, sebagian besar penduduknya adalah karyawan pabrik
dan petani, yaitu petani pemilik tanah, petani penggarap dan buruh tani. Petani
yang paling banyak adalah petani penggarap tanah. Selain sebagai petani,
biasanya di rumah nyambi membuat batu bata. Warga yang menjadi pegawai, yaitu
PNS, ABRI, dan pensiunan relatif kecil.
5.
Lembaga
pendidikan formal desa Kemiri diantaranya tingkat TK,SD, SMP dan SMA. Dengan
demikian kebutuhan pendidikan formal sudah terpenuhi.
6.
Dilihat dari
segi keagamaan, masyarakat Kemiri adalah
heterogen. Secara garis besar, prosentase umat Islam ada 90,54% sebagian yang
lain 4,8% pemeluk agam Kristen, sebanyak 4,6% memeluk agama Khatolik.
Dari hasil pemetaan, ditemukan beberapa masalah, yaitu :
1.
Banyak
pemuda yang merantau keluar daerah yang berakibat tenaga kerja berkurang.
2.
Beberapa
pemuda putus sekolah,baik karena pergaulan yang salah dan ada juga yang hamil
di luar nikah.
3.
Hamil diluar
nikah akibat salah pergaulan dengan remaja dari daerah lain.
4.
Dari
beberapa pabrik yang ada menyebabkan polusi udara yang sewaktu-waktu mencemari
lingkungan.
Dari hasil pemetaan melihat potensi-potensi yang ada di wilayah tersebut,
yaitu:
1.
Semangat
etos kerja yang tinggi, terbukti bahwa sudah mempunyai pekerjaan, tetapi tetap
mencari pekerjaan sampingan dan berusaha merantau ke daerah lain.
2.
Sikap
toleransi antar masyarakat dan antar umat beragama yang relatif tinggi.
3.
Didesa ini
sangat berpotensi untuk pembudidayaan
ikan leledan
pembuatan batubata.
B.
Analisis masalah dan potensi masyarakat
sesuai topic
Berisi analisis masalah, local wisdom local reseousches
Berdasarkan
Matrik Rangking dan Pohon Masalah yang telah kami diskusikan dan di buat
bersama, maka telah dihasilkan kesimpulan-kesimpulan penting yang telah menjadi
putusan bersama selama melakukan research pada waktu KKNT yang
berlangsung mulai tanggal 12 April- 13 April 2013.
Akan tetapi kesimpulan dan putusan tersebut tidak bersifat mutlak karena suatu
proses sosial akan selalu bergeser yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu
yang terjadi dalam masyarakat. Kondisi sosial akan senantiasa mengalami
perubahan dan pergeseran yang secara terus menerus seiring perkembangan jaman juga
mengalami berbagai perubahan.
Dari
beberapa masalah yang telah berhasil kami temukan di Dusun Kopaan diantaranya
adalah sepinya kegiatan pemuda islam yang dalam hal ini remaja masjid berdampak
buruk bagi TPA di daerah tersebut. TPA
mengalami hidup mati karena kurangnya tenaga pengajar yang mau memberikan
dorongan kepada anak-anak untuk tetap belajar agama. Kegiatan TPA berjalan
hanya saat ada pengajar yang secara social mau membantu sewaktu tinggal di
sekitar desa. Dan untuk kelanjutannya, TPA sudah tidak diadakan karena
pengajarnya pindah tempat tinggal. Sungguh miris sekali hidup matinya TPA ini
tidak akan memberikan bibit bagus untuk kelanjutan penyiaran agama Islam di
dusun Kopaan.
C.
Harapan-harapan masyarakat
sesuai topic berisi hasil analisis tujuan dan harapan
Di desa Kemiri terkhusus di dusun Kopa’an ada beberapa
masalah yang muncul di tahun terakhir ini mulai dari tahun 2000. Diantaranya putus sekolah yang
terpengaruhi dari pergaulan remaja yang mulai bebas bergaul, dampaknya semakin
ramai kondisi jalur perekonomian dan social di Desa Kemiri. Dari dampak
negative yang ada keterangan bapak bakir
sanjaya mulai dari ramainya pergaulan maka remaja putus sekolah, serta marak
dengan alasan pekerjaan yang mudah didapat, ada juga sebab dari hamil diluar nikah
karena banyak perkembangan pergaulan tetapi kondisi keagamaan kurang mendukung
untuk memegang prinsip agar menjadi individu yang maju dan berkembang.
Keterangan
warga masalah lain di sebabkan dari pabrik yang mulai maraknya pembuangan
limbah mencemari udara yang terjadi di paid an sore hari sangat mengganggu
warga, tetapi warga juga tidak bisa berwenang karena kejelasan dari pabrik
berdalih sudah adanya pengolahan limbah.
Warga
selalu kompak untuk menyelesaikan suatu masalah yang bisa diselesaikan secara
efektif dan efisien mendukung dari kebijakan bapak bayan beserta jajaran
pengurus RW dan RT. Melihat dari semangat warga untuk bisa memberikan pelajaran
kepada anak-anaknya maka kesempatan untuk mengaktifkan pengelolaan TPA oleh
Remaja Islam Masjid menjadi prioritas supaya menjamin adanya pembentukan akhlak
pada generasi penerus. Hal ini juga menimbulkan semangat dukungan agar RISMA
aktif kembali untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Harapan utama yang ingin dicapai adalah bertambahnya pengajar TPA. Dengan jalan toleransi antar aliran
yang ada di tengah masyarakat dusun Kopa’an. Kurang aktifnya remaja dalam
kegiatan keagamaan, akan diajak dan diberi pendampingan tentang manajemen waktu
kepada remaja yang bekerja dan yang bersekolah. juga remaja diberikannya
wawasan terhadap TPA, sehingga menjadikan remaja mau untuk mengajar TPA. Tujuan puncak yang akan ditimbulkan
adalah maksimalnya pendidikan moral dan
akhlaq pada anak di karenakan telah
terkondisikan dan efektifnya pembelajaran di TPA. Serta bisa memberikan pengaruh
positif pada anak-anak supaya dengan akhlak terbentuk akan memfilter pergaulan
bebas yang mereka hadapi di masyarakat masa kini.
D.
Dinamika dalam menjawab harapan
Berisi strategi rencana-rencana kegiatan dan program yang
dilakukan dalam memberdayakan masyarakat
Kekuatan dari KKN T IAIN Surakarta dalam satu kelompok memerlukan
dari masyarakat juga dalam memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Dalam
kaitannya kami dari KKN T IAIN Surakarta memberikan fasilitator semua usaha yang dilakukan
tetap dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Sehingga nantinya masyarakat tetap melaksanakan kegiatan
sebagai upaya meningkatkan perubahan sosial ke arah yang positif meskipun KKN T IAIN Surakarta masa bekerjanya sedah selesai.
Di dalam usaha pemecahan masalah
mengenai kurangnya pendidikan akhlak pada anak-anak desa Kemiri dusun Kopaan,
maka dibuatnya beberapa agenda acara yang sukses dilaksanakan mahasiswa KKN T IAIN Surakarta bersama masyarakat serta remaja masjid yang dibentuk. Diantara kegiatannya yaitu Membantu kelurahan dalam persiapan lomba
desa se-Kabupaten Karanganyar tanggal 2 – 8 April 2013, Training ustadz ustadzah
(Training Solid), sarasehan remaja islam masjid Kopaan, dan lomba TPA Terpadu.
Diharapkan dan dilaksanakan adanya TPA yang berkualitas dari RISMA Kopaan yang
nantinya memberikan kontribusi aktif dalam merubah masyarakat yang mengarahkan
kepada masyarakat madani. Serta RISMA Kopaan dalam peranan meningkatkan
pendidikan akhlak pada anak-anak Desa Kemiri.
E.
Kesimpulan dan rekomendasi
Dari awal sampai akhir
tanggapan masyarakat sudah sangat partisipasif dengan semua kegiatan KKN
Transformatif di desa Kemiri begitu juga sebaliknya peserta KKN juga berusaha
semaksimal mungkin berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat yang ada.
Masyarakat menilai kerja KKN Transformatif IAIN Surakarta didesa mereka
sudah baik dan mereka sangat suka dengan
keberadaan kami disini. Beberapa warga menilai acara yang kami laksanakan
kurang sukses karena remaja yang ikut hanya sedikit. Hal ini tergambar pada
saat kami melaksanakan Transid (Training Solid) untuk remaja calon guru-guru
TPA pada tanggal 21 April 2013, dari 45 peserta remaja masjid yang kami undang
hanya separuh yang datang. Namun, ada beberapa warga yang menilai acara kami
sukses, karena memang ketertarikan remaja pada kegiatan keagamaan itu kurang,
karena remaja Dusun Kopa’an lebih tertarik pada kegiatan olahraga. Dan juga
pada saat mengadakan pengajian pada tanggal 27 April 2013 acara kami dinilai
cukup sukses, karena banyak warga yang hadir sekitar 100an orang dari
anak-anak,remaja,bapak-bapak, dan juga ibu-ibu.
Rekomendasi dari KKN T IAIN
Surakartakelompok 35 antara lain :
1. Peningkatan kualitas masyarakat
perlu adanya realisasi yang nyata dari peran kampus sebagai lembaga akademis,
maka perlu adanya KKN T IAIN Surakarta tetap dilanjutkan.
2. Dari KKN T IAIN Surakarta dibutuhkan evaluasi-evaluasi
yang obyektif supaya panitia dan peserta mampu memberikan dampak positif bagi
masyarakat secara maksimal.
3. Upaya dari mahasiswa peserta KKN T IAIN Surakarta perlu diadakan apresiasi terbaik bagi tiap-tiap mahasiswa sehingga
secara individu akan meningkatkan semangat serta mendapatkan perhatian yang
sama dari panitia KKN T IAIN Surakarta.
Dari KKN T IAIN Surakarta memiliki banyak
kekurangan maka dari kelompok 35 mengucapkan beribu maaf untuk semua pihak yang
telah terlibat dan bagi dukungan serta kerjasamanya kami mengucapkan
terimakasih banyak. Demikian kiranya kenangan dan saran dari kami bisa diambil
hikmahnya.
note: ngunduh copypaste, permisi dulu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar